Flashing pemasangan atap surya adalah komponen kedap air yang dirancang untuk menutup celah antara penetrasi bracket surya dan permukaan atap, mencegah kebocoran air serta melindungi interior bangunan. Umumnya digunakan dalam instalasi surya di atap, flashing sangat penting untuk atap berjenis genteng, keramik, atau logam—permukaan yang pada saat pemasangan bracket dapat menciptakan titik masuk potensial bagi air hujan, salju, atau kondensasi. Flashing dibuat dari bahan tahan lama seperti aluminium (ketebalan 0,032–0,063 inci), tembaga, atau baja galvanis, dan dibentuk sesuai profil atap: misalnya datar untuk genteng aspal, berkontur untuk genteng tanah liat, atau melengkung untuk atap logam. Desainnya mencakup pelat dasar yang menempel rapat pada permukaan atap dan collar vertikal yang mengelilingi bracket, dengan kemiringan bawaan untuk mengalirkan air menjauh dari titik penetrasi. Banyak model dilengkapi gasket butyl rubber atau EPDM yang direkatkan pada pelat dasar, menciptakan segel rapat antara flashing dan atap saat dipres oleh bracket. Pemasangan dilakukan dengan meletakkan flashing di atas lubang yang telah dibor (untuk desain penetratif) atau di sekeliling bracket (untuk desain non-penetratif), lalu mengunci dengan paku atau sekrup atap (dilengkapi sealant) untuk mencegah pergerakan. Pada atap genteng, flashing bisa memiliki 'kait genteng' yang dipasang di bawah genteng sebelahnya, menjaga keutuhan penghalang air alami atap. Kepatuhan terhadap standar seperti ASTM D412 (untuk gasket karet) dan UL 1897 (untuk kinerja flashing) memastikan ketahanan terhadap paparan sinar UV, perubahan suhu, dan bahan kimia dari pembersih atap. Flashing pemasangan atap surya yang terpasang dengan benar tidak hanya melindungi bangunan dari kerusakan akibat air, tetapi juga menjaga garansi atap, menjadikannya langkah penting dalam instalasi surya di atap—di mana satu kebocoran saja bisa merusak nilai keseluruhan sistem.